The power of Kalyanamitta

Semangat komunitas itu penting, karena itu tema hari waisak kali ini “kerukunan dasar keutuhan”. Keutuhan merupkan dasar kekuatan. Dalam komunitas Buddhis kita perlu banyak kekuatan, untuk membawa banyak program bermanfaat, untuk menjangkau area-area jauh di Indonesia yang tidak mendapat kesempatan untuk mendengar & mengetahui Dhamma. Sang Buddha mengatakan “jika mereka jatuh dari alam manusia tanpa pernah dengar Dhamma, itu adalah hal yang sangat sia-sia karena alam manusia begitu berharga dan langka”. Tapi kadang karena jumlah umat Buddha yang begitu sedikit dibanding jumlah penduduk, kita tidak bisa ke seluruh Indonesia. Jadi kita perlu kekuatan, banyak sumber daya, orang-orang yang terlatih, orang-orang yang berkomitmen terhadap Dhamma. Itulah mengapa pembukaan Buddhist Centre di Jakarta saat ini bukanlah sesuatu yang hanya dirayakan di Jakarta atau Indonesia, tapi juga seluruh alam. Jadi sebagai umat Buddha di Malaysia, adalah tugasku untuk mendukung pembukaan Buddhist Centre dimanapun di dunia, apalagi di tetangga kita. Jadi ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Kita perlu kekuatan bukan karena persaingan dengan agama lain, tapi karena welas asih

Buddha Dhamma tidak hanya memberikan perlindungan terhadap rasa takut. Bukan hanya anda selamat di hari akhirat, tapi anda bisa berbahagia disini saat ini & seterusnya. Artinya jika Dhamma dipraktekkan dan dipahami, memberikan kepada praktisi rasa kesejahteraan (a sense of well being), Kemampuan untuk menjadi damai dengan yang lain, hidup harmonis / rukun dengan yang lain. Kerukunan di antara komunitas Buddhis penting karena memberikan kekuatan kepada Buddha Sasana, dalam berbagai bentuk tradisi di negara ini.

Dalam waisak ini sangat baik bagi kita untuk merenung (reflection) apa bobot dari tema waisak ini, supaya kita bisa meresap semangat tema ini. Buddha berkata “sangat jarang kehadiran Buddha, karena itulah sangat membahagiakan akan kehadiran Buddha”, juga ketika kita bisa mendengar Dhamma, karena jika kita tidak terus belajar & praktek Dhamma, suatu hari kita akan mengalami penyusutan Dhamma. Merupakan kebahagiaan terbesar melihat persatuan seluruh komunitas. Jika umat bisa mendukung bikkhu dan bikkhu memiliki metta & karuna untuk mendukung umat, terjadi ke saling pengertian, berpadu seperti susu dan air, ini adalah sangat membahagiakan, dan Buddha Sasana tidak mungkin mundur. … setiap keluarga, perusahaan, komunitas, negara yang begitu bersatu & rukun dengan saling menghormati & pengertian akan maju & bahagia.

Jadi kita perlu paham pentingnya persatuan & kerukunan bagi orang-orang untuk berkembang, tidak hanya sebagai organisasi tetapi juga praktisi pribadi. Di dalam hati kita jika kita memiliki rasa bersatu, kerukunan dan pertemanan, cinta kasih dengan sesama praktisi , berarti kita mengikis dengki, kemarahan, cemburu, niat buruk dari hati / pikiran kita. Kita akan menjadi agen dari kerukunan & agen pertumbuhan komunitas Buddhis / Sasana. Sehingga kita bisa menjadi pembawa kebahagiaan besar bagi komunitas lebih besar. Harmonis tidak hanya berarti toleransi, “oh saya tidak setuju, tapi supaya rukun saya diam saja” => itu namanya kerukunan palsu. Terdapat tingkat harmonis yang lebih dalam & lebih tinggi , bukan saja hamonis yang di permukaan, yakni keharmonisan Ariya Sangha, karena didasarkan pada pemahaman & kualitas Agung. Terdapat rasa hormat yang tulus dan hasrat damai untuk pribadi dan komunitas. Terdapat cinta dan hormat pada Dhamma. Terdapat cinta dan pemeliharaan kualitas agung. Tidak ada politik, semuanya berpadu dengan baik.

Bahkan 1 orang bisa memiliki kerukunan, kita bisa rukun terhadap berbagai aspek dalam hidup kita, keluarga, pekerjaan, aktivitas Buddhist, bahkan waktu sendiri. Itu juga bisa menjadi bagian kerukunan. Dan kerukunan bisa menjadi kesejahteraan yang amat kuat (yakni kesejahteraan antar pribadi mengarahkan pada kerukunan sosial; kesejahteraan spiritual mengarahkan kepada kedamaian diri). Kedamaian dari dalam (Inner peace) berarti juga memiliki batin yang paling rukun.

Dalam komunitas Buddhist sangatlah penting untuk menjadi tempat pembelajaran yang baik. Tidak masalah seberapa banyak anda belajar, yang penting seberapa baik ajaran tersebut, artinya seberapa benar & asli ajaran tersebut. Beberapa orang mungkin memiliki banyak pengetahuan, tapi tidak berarti dapat membantu mereka untuk berubah. Kadang pengetahuan menjadi penghambat. Jadi seberapa baik kita belajar yang penting. Mungkin Kita tahu semua terminologi Dhamma namun kita tidak tahu Dhamma, contoh: semua orang tahu itu bunga dan dedaunan, tapi apakah kita benar-benar tahu apa itu? berasal dari mana tanaman ini? sudah berapa usia tanaman ini (1 minggu? 2 minggu?)? Seberapa besar mereka dapat bertumbuh? berapa ragam warna yang mereka bisa miliki? Jadi banyak orang yang bisa menyebutkan ini daun / bunga, tapi kenyataannya yang kita tahu hanyalah namanya.

Contoh lain: semua orang tahu Irvyn Wongso, tapi banyak yang hanya tahu nama saja, tidak benar-benar tahu siapakah Irvyn Wongso, warna favoritnya, cara berpikirnya, dan lain-lain.

Jadi belajar (learning) Dhamma, adalah untuk tahu dengan baik, bukan saja mengetahui semua label / terminologi. Sang Buddha berkata: banyak yang mengungkap terminologi Dhamma, tapi sedikit yang mempraktekkannya, ibarat gembala kerbau yang menjaga sapi orang lain, susunya milik orang lain. Begitu juga kita tidak tahu manfaat Dhamma, kita tidak menikmati buah dari Dhamma (yakni: 1. kebahagiaan dan 2. Kepuasan & kedamaian hati)

Jadi orang yang tahu betul Dhamma , mereka amat damai, amat bahagia, amat puas, amat rukun, amat mudah menjalani hidupnya.

Jadi ketika kita belajar Dhamma, tidaklah cukup dari pernah mempelajari sebelumnya. Dalam bahasa Mandarin saya sering katakan: bu shi xue guo le, shi xue dao le. Ada 1 kualitas penting dengan Dhamma, tidak hanya menghormati Dhamma, yaitu: mencintai Dhamma. Jika anda mencintai seseorang, anda bisa melakukan banyak hal untuk orang itu, segala kesulitan tidak masalah bagi anda ketika mencintai seseorang. Bangun tengah malam memberikan anak susu, menggantikan popok, dan lain-lain tidak masalah bagi anda. Ada orang yang mencintai hobi tertentu  (contoh: fotografi), tidak cukup duit tapi dia bekerja parttime di Mc Donalds, lalu dia mengumpulkan duit hasil kerjanya untuk beli perlengkapan fotografi. Jadi cinta akan Dhamma juga akan mengarahkan kita untuk mempelajari Dhamma dan menghargainya, karena Dhamma bukanlah seperti seseorang (orang yang anda cintai kadang menuntut banyak, kadang bisa berubah, mungkin penuh kekotoran batin). Tapi Dhamma tidak banyak menuntut, tidak berubah, bebas dari kekotoran batin. Jadi cinta akan Dhamma amat penting bagi kita untuk terus menjalankan pelayanan Dhamma.

Dengan mencintai Dhamma , kita bisa bebas dari rasa takut, dari nafsu. Jika kita melakukan sesuatu untuk alasan / kepentingan pribadi, kita akan timbul kekuatiran (apakah cukup publisitasnya, ada banyakkah orang yang hadir, baguskah upacaranya, dan lain-lain). Kita memikirkan banyak hal yang tidak begitu perlu. Saya tidak datang karena ada sesuatu yang harus saya lakukan, saya datang karena mencintai Dhamma, saya datang sebagai seorang teman. Demi Dhamma, untuk Dhamma, tapi di atas dasar Dhamma (kita harus berkarya atas prinsip-prinsip Dhamma). Cinta akan Dhamma jauh lebih agung dan jauh lebih baik.

Sangatlah mudah bagi kita melihat segala sesuatu yang kita belum lakukan dengan baik, segala sesuatu yang belum kita lakukan. Tapi janganlah lupa untuk bersuka cita atas hal-hal yang telah kita lakukan. Khususnya atas hal-hal yang telah kita lakukan dengan baik. Juga terhadap organisasi lain yang telah melakukannya dengan baik (kualitas mudita ini juga bagian dari mencintai Dhamma). Dengan mencintai Dhamma membuat kita tambah maju dalam jalur spiritual.

Sumber: Dr. Tan Ho Soon

Share on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someoneShare on Facebook