Melatih Kesadaran

Pada umumnya, kesadaran manusia secara rata-rata, tidak lebih dari 5%. Ketika bangun tidur di pagi hari, kaki kiri atau kaki kanan yang menyentuh lantai terlebih dahulu? Pada umumnya kita tidak ingat. Saat bangun tidur, pikiran kita sudah berlari. Kita memikirkan kamar mandi karena mau cuci muka atau buang air kecil.

Kesadaran atau kewaspadaan adalah kondisi dimana kita mengetahui apa yang terjadi pada saat ini. Kita tahu apa yang sedang kita lakukan dengan perhatian yang penuh. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tahu pada saat sedang duduk, saat melangkah (kaki kiri atau kaki kanan), saat sedang makan, saat menulis, saat bekerja, dan seterusnya.

Dalam bermeditasi, melatih kesadaran dengan mengamati dan mengetahui kondisi yang terjadi pada napas. Napas kita mungkin terasa panjang atau pendek, kasar atau halus, berat atau ringan, tersambung atau putus-putus, hangat atau sejuk.

Tahap latihan:

  1. Mengambil sikap duduk bermeditasi. Duduk dengan rileks namun usahakan badannya dalam keadaan tegak.
  2. Ingatkan tujuan kita bermeditasi.
  3. Tenangkan diri dengan berdoa, membaca paritta pendek, atau mengucapkan “Semoga semua makhluk hidup berbahagia” beberapa kali.
  4. Arahkan pikiran ke dalam lubang hidung. Ketika napas masuk, kita tahu dia masuk. Ketika napas keluar, kita tahu dia keluar.
  5. Coba kenali sensasi atau rasa yang muncul pada napas. Panjang atau pendek, kasar atau halus, berat atau ringan, hangat atau sejuk, tersambung atau putus-putus.
  6. Bernapas secara alami. Napasnya tidak perlu diatur. Tidak perlu ditarik, ditahan, atau dihembuskan.
  7. Jika pikiran melamun, jangan merasa tidak bisa bermeditasi. Kembali rasakan napas dan kenali sensasinya.
  8. Jika waktunya telah habis, akhiri meditasi dengan mengucapkan “Semoga semua hidup berbahagia”.
Share on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someoneShare on Facebook